Rabu, 07 Desember 2011

Cara Mengenali Perilaku Pembohong

 California, Ketika sedang berhadapan dengan seorang salesman, rekan baru atau pasangan kencan, orang dapat mengidentifikasi perilaku palsu lawan bicaranya. Karena ada beberapa tanda yang bisa dikenali dari orang yang berbohong.

Penelitian terbaru dari University of California, Berkeley menemukan seseorang hanya membutuhkan waktu 20 detik untuk mempercayai orang asing. Peneliti merekrut 24 pasangan dan meminta setiap orang untuk membicarakan saat-saat menyedihkan yang pernah dialami.

Sementara itu, kamera merekam reaksi pasangannya. Satu kelompok terpisah yang melihat rekaman video mampu mengenali kepura-puraan rasa iba pada salah satu pasangan hanya dalam waktu 20 detik.

Peneliti kemudian mengambil sampel DNA peserta penelitian dan menemukan bahwa sebanyak 60 persen dari peserta yang dianggap tidak tulus tidak memiliki reseptor gen genotipe GG yang berfungsi mengendalikan kasih sayang dan empati.

"Reseptor membantu mengatur tingkat oksitosin tubuh. Oksitosin telah dipelajari berkaitan dengan rasa percaya, empati, dan kemurahan hati," kata peneliti, Alexsandr Kogan, mahasiswa post-doktoral di University of Toronto.

Pada peserta penelitian yang dinilai paling dapat dipercaya, 90 persen di antaranya membawa gen genotipe GG. Tapi karena gen tersebut hanya terkait dengan persepsi ketulusan, bukan berarti seseorang dianggap tidak simpatik jika tidak memiliki gen ini.

Pengamat bisa membedakan mana individu yang tulus karena ada perilaku tertentu yang ditemukan berhubungan dengan sinyal kepercayaan dan sikap memberi dukungan.

"Ketika sedang berhadapan dengan seorang salesman, rekan baru, atau pasangan kencan buta, orang dapat mengidentifikasi perilaku palsu jika tahu apa yang harus dicari," kata Marc Salem, psikolog seperti dilansir FoxNews.com, Rabu (7/12/2011).
Tanda-tanda yang dapat dicari dari pembohong antara lain:

1. Perilaku yang tidak konsisten
"Jika biasanya seseorang sangat diam namun tiba-tiba menjadi sangat bersemangat atau sebaliknya, perubahan tersebut adalah pertanda yang jelas. Perubahan kebiasaan merupakan tanda pembohongan yang jelas," kata Salem.

Hal yang sama berlaku jika seseorang berbicara dengan lancar dan cepat, tapi tiba-tiba berbicara lebih hati-hati atau terpotong.

2. Tatapan yang tenang
"Ketika orang berpikir atau merenung, wajar jika ia memutuskan kontak mata dan melihat-lihat sekitarnya," jelas Salem. Jika pandangan seseorang terlalu konstan, baik ketika sedang mendengarkan atau tidak sadar mencoba untuk mendapatkan kepercayaan, itu adalah tanda-tanda ketidaktulusan.

3. Tidak cukup hanya mulut
"Batuk, sering membersihkan tenggorokan, atau isyarat lain untuk menutup mulut dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang mencoba menyembunyikan sesuatu," kata Salem. Hal yang sama berlaku jika bahu turun atau tubuh berpose membungkuk.

Itu adalah pertanda hati-hati dan menunjukkan seseorang tidak membuka diri sepenuhnya.

4. Senyuman yang cepat
"Senyum yang tulus mengubah seluruh wajah seseorang. Matanya berbinar dan pipi serta alis terangkat bersama dengan terangkatnya sudut mulut," kata Salem. Senyum yang tulus juga membutuhkan waktu beberapa detik untuk memudar. Senyum palsu muncul dalam sekejap dan menghilang dengan cepat.

Putro Agus Harnowo - detikHealth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar